Ini Dia Si Laptop Mapan, Kece Inside Keren Outside

Tahun ini laptop saya genap berumur 7 tahun. Hmm, saya mencium aroma yang ganjil. 7 tahun itu bukan genap ya, tapi ganjil. Sama halnya dengan umurnya, saya sudah merasakan keganjilan dalam pemakaiannya.

Sudah tua dan mulai renta. Baik fisik maupun performa, kini ia membuat saya tak tega. Walau sudah melegenda dan selalu setia, mau tidak mau saya harus berpindah hati juga.

Sebagai rakyat biasa, laptop merupakan hal yang tidak tabu untuk saya miliki juga. Berawal dari uang asuransi pendidikan sejumlah satu juta, ditambah uang orang tua akhirnya saya menemukan cinta pertama. 

Kelas 1 SMP tepatnya. Saat itu laptop adalah barang mewah. Dan laptop saya merupakan salah satu yang terbaik di kelasnya. Tidak heran, sampai umurnya yang mulai senja, ia masih setia menemani saya.

Layaknya kisah cinta remaja, dalam beberapa tahun awal pemakaiannya, laptop saya selalu dimanja dan minim aktivitas berat. 

FYI, hingga sekarang, di desa saya koneksi internet paling maksimum adalah edge. Bisa dipastikan, dulu sampai sekarang saya tidak pernah memakai laptop untuk browsing internet di rumah. 

Setelah diingat-ingat, rupanya dulu saya hanya menggunakan laptop sebatas untuk bermain game, microsoft office dan nonton drama korea hasil dari mengemis ke teman-teman sebaya. Ya, semanja itulah laptop saya diawal kisah cinta kami bermula. 

Hingga saat SMA, akhirnya kisah cinta kami membuahkan hobi baru saya. Yakni, desain grafis. Hobi ini berhasil mengantarkan saya ke gerbang kemenangan berbagai lomba. Di sinilah titik awal seringnya multitasking bermula.

Kabar baiknya, photoshop bukanlah perkara yang membuat laptop saya menderita. Pemakaian aplikasi tersebut dibarengi pemutar musik dan microsoft office tidak memberikan dampak yang berarti. Bisa dibilang, selama kurang lebih lima tahun, hubungan kami aman-aman saja.

Tibalah memasuki dunia perkuliahan. Era di mana konflik hubungan kami diuji habis-habisan. 

Kami mulai menjauhi satu sama lain.

Status mahasiswa seharusnya membuat kita mempunyai hubungan lebih dekat dengan laptop. Pasalnya, ia sudah menjadi barang wajib yang dimiliki mahasiswa dan membuat kita merasa tak berdaya tanpanya. 

Lain halnya dengan saya. Ada sejumlah alasan yang membuat saya terluka dan memilih bungkam saja. Kini hubungan kami berada di titik jenuh. 

Kami sudah jarang bersama.

Sebagai mahasiswa teknik sipil, untuk menunjang perkuliahan ataupun pekerjaan, diperlukan aplikasi-aplikasi pendukung seperti AutoCAD, SAP2000, dan sebagainya. Namun, saya tidak mau berburuk sangka bahwa aplikasi-aplikasi tersebut adalah dalang retaknya hubungan saya dan laptop tercinta.

Pernah suatu ketika, salah seorang dosen teknik mengadakan pelatihan Civil 3D. Aplikasi ini terkenal sangar dan saya namakan sebagai “aplikasi bapak calon mertua“. Kenapa? Karena untuk memiliki aplikasi Civil 3D sendiri kita harus mempunyai spesifikasi laptop yang mapan hahaha.

Untuk Civil 3D versi 2014 berikut kriteria yang diperlukan untuk menaklukan hati si aplikasi bapak calon mertua:

Jujur, untuk rakyat jelata penjinjing laptop tua, saya hanya bisa mengheningkan cipta. Tidak beda jauh dengan separuh lebih peserta pelatihan Civil 3D yang jatuh di medan perang penginstallan aplikasi. Ya, kamilah barisan pemilik spesifikasi laptop yang belum mumpuni. Alhasil, sebagian peserta pelatihan hanya bisa duduk manis dalam keadaan laptop meringis. Sungguh miris, aplikasi yang diwanti-wanti akan mempermudah perkulihan dan pekerjaan, nyatanya belum bisa dipinang karena keterbatasan spesifikasi laptop. Sungguh kejam kau aplikasi bapak calon mertua.

Pernah mengalami hal yang sama? Nyesek banget ya rasanya. Selain harga diri laptop yang terinjak-injak, kita juga merasa terhalangi untuk berpijak pada kemajuan program aplikasi penunjang pekerjaan.

Sebenarnya, selain Civil 3D, masih banyak aplikasi lainnya yang bisa dicap sebagai aplikasi “bapak calon mertua”. Misalnya saja, aplikasi desain grafis seperti Photoshop dan CorelDraw. Kalau laptop nge-lag pas ide desain meluncur, itu benar-benar gak lucu dan bikin mood hancur. Rasanya, pengen banting laptop lama dan segera mempersunting laptop baru saja.

Keretakan hubungan saya dengan laptop semakin menjadi-jadi. Seiring bermunculannya masalah, keputusan saya sudah bulat untuk berpaling kelain hati. Bukan mencari orang ketiga, kali ini saya benar-benar akan mencari pengganti.

Yang dulunya gak mau tahu soal CPU. Yang dulunya bodo amat soal VGA. Yang dulunya santai aja soal kapasitas RAM. Saya yang notabene kurang asupan ilmu tentang spesifikasi laptop, kini mulai move on dan mencari tahu. 

Bercermin pada masa lalu, terkait perlunya kemapanan calon laptop saya nanti. Saya mulai mengenali bahwa kebutuhan di bidang teknik sipil dan desain membuat saya tidak bisa sembarangan menentukan spesifikasi laptop.

Nah, untuk saya pribadi dan kamu yang juga berstatus anak teknik sipil berikut ini kriteria laptop yang cocok kita miliki:

  • RAM minimal 4GB

Dengan kapasitas RAM miniamal 4GB akan membuat performa laptop lebih baik ketika kita menjalankan aplikasi yang cukup berat. Bisa saja kalau mau coba di bawah 4GB, tapi hal itu akan membuat kita sering ngomel sama laptop sendiri kelak.

  • VGA

Saya pribadi sih menyarankan NVIDIA GeForce ya. Semakin bagus VGA, maka semakin kinclong juga kualitas gambar dan video yang dihasilkannya.

  • Processor minimal Core i3

Bicara soal processor, gak bakalan rugi deh kalau kita memilih level tertinggi generasi terbaru, Core i7 generasi ke delapan misalnya. Tapi, untuk processor kelas kakap kita perlu merogoh kocek lebih dalam juga. Jadi sesuaikan budget dan buat anak sipil minimal kita bisa memilih minimal Intel Core i3 atau AMD dengan kualitas setara Core i3.

  • HDD Internal minimal 500GB

Nah, kalau yang satu ini tergantung kebutuhan kita juga. Tapi, ada baiknya kita memilih kapasitas HDD 500GB, untuk mencegah kekurangan suatu saat nanti. Kabar baiknya, kita juga bisa memilih HDD di bawah 500GB tapi harus sediakan HDD Eksternal ya, untuk jadi cadangannya.

  • Layar 14 Inchi.

Untuk menggambar, menghitung dan menganalisis berbagai jenis lembar kerja, layar 14 inchi sangat disarankan untuk anak sipil. Layar laptop dengan ukuran 14 inchi juga akan sangat membantu saat kita sedang multitasking.

Jujur, walaupun masih terikat hubungan dengan laptop lama, saya sudah melirik yang lain hehe. ASUS nama keluarganya, merk alat komputasi terbaik di kelasnya. Dan bagi saya, dia itu kece inside, keren outside.

http://www.asus.com/id/

Dialah ASUS VivoBook Flip TP410.

Siapa sih sebenarnya ASUS VivoBook Flip TP410? Berani-beraninya dia bikin saya jatuh cinta!

amdnleee.wordpress.com

Melebihi dari kata mapan bagi saya. Untuk harga sendiri, ASUS VivoBook Flip TP410 dibanderol mulai 6,8 juta hingga 14,5 juta, sesuai spesifikasi yang dikantonginya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Asus VivoBook Flip TP410 juga bisa kamu intip di sini.

Benar-benar tipikal laptop impian ya. Apalagi untuk kriteria laptop anak sipil sudah terpenuhi semua, RECOMMENDED! Ditambah bonus keunggulan utamanya, siapa ya yang tidak jatuh cinta.

amdnleee.wordpress.com

ASUS VivoBook Flip TP410 dengan gagah berani maju menjadi laptop impian saya. Selain spesifikasi dan fungsi, mode pemakaiannya benar-benar menarik hati. 

Bukan sekadar laptop biasa, makanya saya sebut laptop kece inside, keren outside. 

Anda tertarik? Sama!

Mari kita bergabung di barisan #2018GantiLaptopASUS dengan ASUS VivoBook Flip TP410. 

Kabar gembiranya, uniekkaswarganti.com bersama @asusid sedang bagi-bagi laptop ASUS VivoBook Flip TP410 loh! Langsung sikat infonya pada banner di bawah ini ya guys!

Selamat berkompetisi! 

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com. 

Iklan

10 respons untuk ‘Ini Dia Si Laptop Mapan, Kece Inside Keren Outside

  1. Curhatan dari hati yg paling dalam ya mbak?:”) Moga dapat jodoh yg diidam2kn, bukan hanya sebagai pendamping, namun juga sebagai penopang kebutuhanmu kelak
    #2018gantilaptopasus

  2. berasa flashback liat kondisi laptopnya kk :’D , punya saya malah banyak yg copot keyboardnya :”.
    terharu dah liat perjuangan kk ;””(

  3. Jadi baper😂😂 Teringat ‘partner’ saya. Jangankan pakai aplikasi ‘bapak calon mertua’ buat Autocad aja dia kewalahan😂😂😂

    semoga di permudah ya buat dapat cinta x. Wkwkwk

    #2018gantilaptopasus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s